Lorena dan Adit_

LORENA TAMPUBOLON PENGUASA ADITYA PRAYOGA

PER TANGGAL 03/10/2024 SAMPAI WAKTU YANG DITENTUKAN TUHAN.

Pekanbaru, tanama 27 maret 2026


Oleh ; Aditya Prayoga, S.H, 

2019 dan singkat nya

Sebuah proses panjang dalam menemukan jati diri hingga panjang cerita menuliskan menjadi catatan sejarah, perjuangan, kebahagiaan,sedih,suka hingga duka turut mewarnai dengan tinta cerita yang berbeda.  Hadir di kota perantauan pekanbaru bukan untuk mengadu nasib, melainkan untuk bicara merubah nasib, aku bodoh sehingga aku belajar, aku malas sehingga aku harus berupaya, aku lalai sehingga aku dipaksa taat, aku aku lupa sehingga aku rajin membaca, aku bodoh sehingga dipaksa jangan berhenti belajar. Tidak tau perjalanan panjang ini akan bermuara kemana, tapi jelas dan pastinya aku hanya bisa meyakinkan diri ku sendiri bahwa aku sudah tidak sendiri dan dapat menjadi sejauh ini bukan karena tanpa sebab, melainkan dengan dedikasi nilai yang panjang. 

Berterimakasih lah pada dirimu karena sudah menghargai proses panjang mu sendiri, kita ada karena orang tua, kita hebat karena guru, kita kuat karena orang tua kita hebat. Aku adalah manifestasi atas doa dan usaha orang tua ku dan orang tua ku dulu adalah hari ini yang sedang aku jalani saat ini, yaitu orang yang tidak pernah berhenti berjuang.  Berjalanlah dengan kebahagiann dan berproses lah dengan berkeyakinan panjang.

Singkat nya aku tidak pernah bersedih ketika semua mengalahkan ku dan pergi meninggalkan ku dalam keadaan sendirian, karena aku tau akan selalu ada orang baik yang hadir dalam kehidupan ku, baik dalam bentuk teman, keluarga, saudara atau bahkan cinta yang tuhan titipkan pada satu wanita hambanya.

Ketahuilah bahwasannya dirimu adalah takdir yang sudah tuhan lukiskan dalam kehidupan mu saat ini dan masa yang akan datang, denggan tinta pengalaman dan pengetahuan. Bila ingin bernilai dan berharga tingi, maka tempatkanlah dirimu pada tempatnya yang selalu membutuhkan dan merindukan dirimu. 


Oleh ; Lorena Tampubolon, S.H,. 

Kuasa Tuhan Terhadap Hambanya.

Perjalanan panjang yang saya jalani akan saya tulis singkat pada catatan kecil ini, dimulai dari saya di timbah menjadi anak yang mandiri dan tidak pernah takut akan dunia dan seisinya terkecuali ditinggalkan oleh orang tua, karna sebagai perempuan yang dididik dengan keras sedari kecil membuat saya tidak pernah takut akan apapun, dari dulu hingga saat ini saya selalu punya keyakinan bahwa suatu saat saya akan menjadi seseorang yang besar, karna dimanapun saya berada saya selalu berada ditempat yang tidak pernah orang dapatkan dan itu murni karna alam dan keuntungan nasib saya, saya selalu berterima kasih kepada tuhan. karena tuhan tidak pernah mengabaikan saya, sesekali terkadang rasanya malu karna sering kali saya mengabaikannya tapi sepertinya tuhan amat sangat menyangi saya, karna sebagaimana pun larangannya selalu saya lakukan namun tuhan selalu kembali menarik dan meluruskan saya.

Sampai pada masanya ketakutan tersebesar saya tiba, bapak meninggalkan saya tepat 10 hari sebelum wisuda, saya anak pertama sarjana di kelurga saya, sebagai anak pertama yang sarjana tentu sangat dinantikan namun pertama kalinya saya merasa tuhan tidak berpihak kepada saya, pada waktu itu saya sedikit marah namun seiring berjalan waktu saya mulai bisa menerima keadaan, dan membuat  saya semakin kuat bahwa tidak ada satupun yang perlu saya takutkan selagi tuhan tidak meninggalkan saya dan mencabut nikmat yang tuhan berikan kepada saya. 

Sampai pada masa ternyata dibalik tuhan membawa bapak, ternyata tuhan juga mempersiapkan rencana lain, tuhan secara tidak langsung mengganti bapak dengan seseorang yang tidak pernah saya dan dia duga, perlahan satu satu keinginan dan cita-cita saya tercapai, melaksanakan lk2 hmi, bekerja ditempat yang amat saya sukai, melanjutkan studi s2 di Universitas Indonesia (UI) tentunya sampai pada proses itu saya masih ditemani oleh dia, sampai pada titik kesimpulan tuhan tidak akan sia-sia dalam setiap hambanya sehingga saya menyadari bahwa selagi tuhan masih bersama saya, tidak ada satu hal pun yang perlu saya takukan karna selalu ada tuhan bersama saya. 

TANAMA, 27 MARET 2025.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugasmu bukan untuk benar melainkan untuk terus belajar sampai memaknak sebuah kesalahan

Masihkah ideal memulai kuliah di umur 23 tahun?

Malam Panjang....